Navya, Bus Tanpa Supir di Asian Games 2018

Apabila kita sedang berada di kawasan GBK (Gelora Bung Karno) dan ingin ke beberapa venue dari Asian Games 2018, terdapat satu bus unik dimana bus ini tidak ada supirnya dan bersifat autodrive. Bus ini disebut Bus Navya. Navya ini berasal dari Prancis. Navya sendiri adalah nama perusahaan asal Negeri Menara Eiffel tersebut yang khusus bergerak di bidang desain dan konstruksi Autonomous dan Electric Vehicle dengan kantor pusatnya berada di kota Lyon, Prancis. Co-Founder dari perusahaan ini bernama Christopher Sapet, yang mulai memprakarsai dan menginisiasi pengembangan Autonomous Electric Vehicle ini sejak bulan Juni 2014.

Di dunia, bus tanpa supir ini baru ada 85 unit, semuanya digunakan tersebar di 19 negara. Ini adalah kali pertama bus tanpa supir ini hadir di Indonesia, tetapi tidak untuk di Asia. Karena negara-negara seperti Jepang, Singapura, dan Korea selatan telah mengaplikasikan kendaraan otonom ini. Dan di negara asalnya, Prancis, bus ini sudah menjadi kendaraan umum. Bus yang berkapasitas penumpang sekitar 15 orang ini, yang terdiri dari sebelas tempat duduk dan empat tempat untuk berdiri itu beroperasi di kawasan Gelora Bung Karno. Para pengunjung bisa menjajalnya secara cuma-cuma. Sejumlah teknologi mutakhir juga sudah terdapat dalam bus Navya ini, yang secara khusus dirancang untuk memenuhi kebutuhan kendaraan tanpa supir.

Bus ini memiliki panjang 4.75 m dan lebar 2.11 m, serta tinggi dan bobot masing 2.11 m dan 2400 kg, Navya memiliki spesifikasi teknologi yang amat canggih. Mobil ini menggunakan sensor pendeteksi jarak jauh optik bernama Lidar (Light Detection and Ranging) 360 derajat. Pemasangan Lidar berfungsi untuk memantau jarak kendaraan antara mobil ini dengan kendaraan di depannya yang langsung terintengrasi dengan sistem rem pada mobil ini. Selain itu, untuk penentuan arah, telah disematkan teknologi GNSS (Global Navigation Satellite SystemReal Time Kinematic, yang dapat menjelaskan posisi penentuan mobil ini dengan menggunakan teknik navigasi satelit. Tidak lupa kamera serta sistem odometry untuk mengatur posisi gerak roda (kecepatan dan berbelok). Bus Navya juga menggunakan Multi-Sensor-Cutting-Edge yang paling canggih dari negara asalnya, yaitu Prancis. Sensor tersebut terhubung dengan komputer yang berfungsi sebagai otak dari bus tersebut.

Navya bisa beroperasi di Indonesia yaitu dengan memanfaatkan teknologi jaringan 5G  dengan kecepatan internet sebesar 16 Gbps yang dimiliki oleh Telkomsel. Jaringan ini beratus-ratus kali lebih cepat dari jaringan 4G. Jaringan tersebut dikatakan sudah efektif dalam membantu segala sensor di bus tersebut agar berkomunikasi dengan cepat dengan komputer ataupun otak dari bus. Di dalam bus ini juga tersedia sebuah monitor TV LCD dan kamera untuk mengabadikan momen penumpang. Foto yang dihasilkan dapat diunduh melalui aplikasi My Telkomsel dengan memindai kode QR yang tersedia. Untuk baterainya, menggunakan LiFePO4 berkapasitas 33 kilowatt/jam, dan diperkirakan bisa melaju selama 9 jam.

Dari segi keamanan, mobil ini memiliki tombol darurat, yaitu jika tombol tersebut ditekan maka bus akan otomatis berhenti.bus ini juga mampu menempuh kecepatan hingga 25 kilometer perjam. Namun untuk operasionalnya saat ini dibatasi hanya sekitar 10 kilometer perjam.

 

Sumber: https://www.idntimes.com/automotive/car/igfar-cita/navya-mobil-tanpa-supir-asian-games-2018-c1c2/full